Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Juni 2017

Pria Ini Bakar Pacarnya Karena Alasan Yang...

Senin, 22 Februari 2016 12:32 Penulis: Rohmitriasih

 
Photo: Copyright Thinkstockphotos.com
 
Vemale.com - Dari hari ke hari, kasus pembunuhan dan segala tindakan kriminal rupanya semakin marak saja. Yang lebih memprihatinkan, tidak jarang pelaku kasus kriminal adalah orang terdekat korban. Tidak sedikit pula kasus kriminal ini terjadi karena permasalahan yang sangat sepele dan kurangnya tanggung jawab pelaku kriminal. Kali ini, kasus kriminal yang sangat memprihatinkan baru saja dilakukan pria muda yang masih berusia 20 tahun terhadap kekasihnya yang masih berusia 19 tahun.

Dikutip dari laman mirror.co.uk, pria muda yang bernama Eren Toben baru saja ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap sang pacar. Pembunuhan ini dilakukan dengan menikam sang pacar Maria Palner lalu membakarnya hidup-hidup.


Maria Palner | Photo: Copyright mirror.co.uk
 
Yang lebih tragis dan menyayat hati, saat dibunuh oleh Toben, Maria sedang mengandung. Usia kandungannya sendiri adalah 8 bulan. Mmm, kira-kira kenapa Toben tega melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya sendiri? Dari laporan yang ada, rupanya Toben tak ingin menjadi ayah. Ia belum siap menjadi seorang ayah. Ia juga belum siap jika dirinya harus merawat buah cintanya bersama Maria. Merasa tak ingin menjadi ayah, ia pun nekat membunuh Maria beserta sang bayi di kandungan wanita cantik tersebut.

Pihak kepolisian setempat yang melakukan penangkapan terhadap Toben mengungkapkan bahwa aksi kejam dan sadis ini tidak dilakukan Toben sendirian. Ia melakukan aksi ini bersama sahabatnya yang bernama Daniel Mueller (20). Awalnya, mereka saling tuduh satu sama lain ketika ditangkap oleh polisi. Namun, keduanya hanya bisa terdiam dan mengakui segala kesalahannya saat melakukan sidang di pengadilan setempat.


Toben, pria yang tega menikam dan membakar pacarnya sendiri | Photo: Copyright mirror.co.uk
 
Pembunuhan ini terungkap setelah polisi menemukan sidik jari Toben di pisau yang digunakan olehnya untuk menikam Maria. Pisau itu diletakkan begitu saja di samping mayat Maria yang sudah membeku dan gosong. Atas apa yang dilakukannya, Toben saat ini terancam hukuman penjara selama 15 tahun atau bahkan lebih dari itu.

Kisah yang sangat tragis ya. Kita semua tentu berharap bahwa kasus seperti ini tak pernah terjadi lagi. Semoga, kita semua selalu disandingkan dan berada di sekitar orang-orang yang menyayangi dan mencintai kita dengan tulus. Semoga, orang-orang terdekat di sekitar kita tak akan mau menyakiti kita baik dari segi fisik maupun psikis.

Jumat, 23 Juni 2017

ABK Sambirejo Sragen Korban Pencabulan Pakdenya Lahirkan Bayi Perempuan

Ilustrasi pencabulan (JIBI/Solopos/Dok.) Seorang anak berkebutuhan khusus asal Sambirejo, Sragen, yang menjadi korban pencabulan melahirkan bayi perempuan.

Solopos.com, SRAGEN — Seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) asal Kecamatan Sambirejo, Sragen, Pw, 14, yang menjadi korban pencabulan pakdenya sendiri pada 2016 lalu akhirnya melahirkan anak perempuan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Kamis (22/6/2017) pukul 04.00 WIB.

Berat badan bayi mungil itu hanya 2,1 kg karena lahir normal pada usia kandungan tujuh bulan. Kelahiran anak Pw didampingi kedua orang tuanya, Sn, 40, dan Tg, 55. Pw dirawat di bangsal Cempaka RSUD Sragen sementara bayinya dirawat di ruang inkubator.

“Kemarin [Rabu 21/6/2017] sore itu masih bantu angkat-angkat batu di rumah. Kemudian pukul 22.00 WIB merasa sakit dan dibawa ke bidan kemudian dirujuk ke RSUD. Rencananya dioperasi pukul 05.00 WIB tadi pagi tetapi pada pukul 04.00 WIB sudah melahirkan duluan dengan normal,” kisah Tg saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis siang.

Tg dan istrinya merasa senang bisa memiliki cucu dari anak bungsunya yang masih belia. Mereka juga senang karena semua biaya persalinan ditanggung pemerintah alias gratis. Selama ini kasus Pw didampingi Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS).

Koordinator APPS Sragen, Sugiarsi, yang mengurus administrasi biaya persalinan Pw ke Dinas Sosial (Dinsos) Sragen. “Pw itu melahirkan bayi prematur karena usia kandungannya mau delapan bulan.

Perkiraannya, bayi itu lahir pada Agustus mendatang tetapi malah pagi tadi lahir normal. Syukurnya bobot bayinya sudah 2,1 kg. Kasus Pw menjadi kasus yang keempat yang ditangani APPS. Semua korban di bawah umur semua. Rata-rata bayinya diasuh keluarganya sendiri,” tutur Sugiarsi.

Sugiarsi menambahkan pencabulan Pw itu dilakukan oleh pakdenya sendiri yang mengakui kemudian gantung diri beberapa waktu lalu. Dia menyatakan pelaku pencabulan terhadap Pw sudah meninggal dunia.