Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Juni 2017

Sudah Umur 12 Tahun, Begini Penampilan Baim Cilik Sekarang

Sudah Umur 12 Tahun, Begini Penampilan Baim Cilik Sekarang

Tolong Aim Ya Allah...
Jagad hiburan tanah air pernah dihebohkan dengan kemunculan seorang balita bernama Baim pada tahun 2009-2010. Pemilik nama lengkap Ibrahim Khalil Alkatiri ini mulai dikenal saat menjadi adik dari pemeran utama sinetron Cerita SMA. Melihat antusias penonton yang begitu gemas melihat Baim membuatnya kemudian mendapat berbagai tawaran iklan dan main sinetron.

Di usianya yang baru menginjak empat tahun, Baim sudah mendapat peran utama dalam sinetron Tarzan Cilik. Sinetron itu begitu meledak di pasaran karena juga dibintangi oleh Raffi Ahmad dan almarhum Olga Syahputra. Tak berhenti disitu saja, Baim kembali mendapat peran utama dalam sinetron Buku Harian Baim. Salah satu kalimat yang menjadi ciri khas seorang Baim adalah "Tolong Aim ya Allah".

Sayang memasuki tahun 2012, nama Baim mulai menghilang dari dunia hiburan. Kini usia Baim sudah 12 tahun dan usut punya usut Baim telah kembali ke kampung halamannya di Malang, Jawa Timur. Dilihat dari Instagram-nya, kegiatan Baim sekarang layaknya anak seusianya yang diisi dengan sekolah, les dan bermain. Yuk intip transformasi Baim di bawah ini.

1. Ini lho Baim Cilik, masih ingat kan?

1-c618f5320dcc1d280054785b8b14f93a.jpg 
nirmalatisdale.blogspot.sg

2. Populer lewat sinetron Tarzan Cilik bareng Raffi dan Alm Olga.

2-97bbb99447ef26d47f63e3ecbeb38858.jpgindosinetron.blogspot.sg

3. Wajahnya yang imut itu lho bikin gemes.

3-c3181a2ca4de5dbe23b38e889c4e1c6d.jpg 
kapanlagi.com

4. Tak hanya itu saja, di usianya yang baru 4 tahun namun Baim sudah sangat pintar berbicara.

4-f4ba436f3a11a78b1e7e19b97b38f2c6.jpg 
jateng.tribunnews.com

5. Aktingnya pun sangat memukau dan bisa membuat banyak penonton ikut terhanyut.

5-b8375ab46d4ca6eaeb54c761f641edbf.JPGrafsuty.blogspot.sg

6. Bahkan Baim juga sempat bergabung dengan band Radja Cilik lho.

6-8d0ed76610e8903a849acbbf5b5c2fe2.jpgkapanlagi.com

7. Kini Baim sudah berusia 12 tahun, pangling gak?

7-6a70b243b591cc4a17ebbbe20a854624.jpginstagram.com/baimalkatiri

8. Makin gede makin cakep, bener gak?

8-c2bb738c1cb4002fd43238bc7d2281c8.jpginstagram.com/baimalkatiri

9. Baim juga punya channel YouTube lho, ngevlog biar kekinian.

9-1882550c4fc677ac8776f55e4c8f87ef.jpginstagram.com/baimalkatiri

10. Kesibukannya sekarang layaknya anak seusianya, sekolah dan bermain.

10-c7d23a41fdd2449454abbe1172430e9b.jpginstagram.com/baimalkatiri

11. Secakep ini, gak ada keinginan balik ke dunia hiburan nih?

11-12b8d8ca3e782f0fa942016fbcdc20bf.jpginstagram.com/baimalkatiri
 
Apapun keputusan Baim, yang terpenting Baim sehat selalu ya. Semoga lancar terus karir dan pendidikan ke depannya.

Merasa Terganggu Saat Bermain Game, Ayah Bunuh Anak Balitanya

Selasa, 26 April 2016 12:11 Penulis: Rohmitriasih

 
Photo: Copyright asiantown.net
 
Vemale.com - Entah apa yang ada di benak ayah muda berikut ini. Karena merasa terganggu oleh anaknya yang masih balita yakni masih berusia 2 tahun saat bermain game, ia lantas tega membunuh anaknya tersebut. Ya, dikutip dari laman asiantown.net, ayah muda yang bernama Anthony Sanders (31) ditangkap oleh petugas kepolisian Texas, AS dengan tuduhan pembunuhan terhadap anak balita berusia 2 tahun yang tak lain adalah anaknya sendiri.

Penyidik mengatakan bahwa pembunuhan kejam ini terjadi pada tanggal 12 Desember tahun lalu di rumahnya di kota Watauga, Texas. Saat pembunuhan berlangsung, ibu anak sedang menghadiri acara pameran di luar. Sementara ia pergi, ia menitipkan buah hati kecilnya yang sedang tertidur pada suaminya Anthony.


Anthony | Photo: Copyright asiantown.net
 
Tak disangka, sepulang dari pameran ibu anak menemukan buah hatinya telah meninggal dunia. Awalnya, ibu anak tidak tahu bahwa putrinya sudah meninggal. Saat bertanya pada suami dimana putrinya (Ellie), suami mengatakan bahwa ia sedang tidur. Suami mengatakan agar istri dan anak laki-lakinya tidak mengganggu Ellie. Beberapa waktu kemudian, anak laki-laki yang coba mengganggu dan membangun sang adik mengatakan pada ibunya bahwa Ellie tidak mau bangun.


Ellie dan sang bunda | Photo: Copyright asiantown.net
 
Sang ibu menemukan bahwa putrinya sudah tidak bernafas. Ia pun selanjutnya menghubungi ambulan dan polisi dan membawa Ellie ke rumah sakit. Di rumah sakit, Ellie dinyatakan resmi meninggal pada pukul 22.10 waktu setempat. Setelah selama 4 bulan diselidiki, polisi akhirnya mengungkap bahwa Ellie meninggal karena dibunuh. Ia meninggal setelah mendapat perlakuan kasar dan dibekap hingga tak bisa bernafas.

Polisi menemukan bahwa pelaku pembunuhan di balik kematian Ellie adalah ayahnya sendiri. Sersan Jason Babcock, juru bicara kepolisian mengatakan bahwa Ellie mendapat perlakuan kasar sebelum menemui ajalnya. Ini diketahui dari adanya bekas luka dan memar di tubuh Ellie. Jason juga mengatakan bahwa Anthony adalah seseorang yang sangat gemar bermain game. Kemungkinan besar, Anthony marah dan membunuh putrinya karena anak yang masih berusia 2 tahun tersebut mengganggunya saat bermain game.


Ellie | Photo: Copyright asiantown.net
 
Saat ini, kasus ini masih diselidiki lebih lanjut. Anthony sendiri telah ditangkap dan dijerat hukuman penjara atau uang jaminan sebesar 1 juta Dollar AS atau setara dengan 13 Miliar rupiah. Anthony dituduh telah melakukan kekerasan dan pembunuhan tingkat pertama.

Apa yang dilakukan Anthony sangat kejam ya Ladies. Semoga, ia mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang ia lakukan. Kita semua tentu berharap bahwa insiden seperti ini tak pernah terjadi lagi.

Gara-Gara Anak Tak Bisa Buat Roti, Ayah Ini Tega Membunuhnya

Rabu, 26 Oktober 2016 12:54 Penulis: Rohmitriasih

 Ilustrasi Photo: Copyright Thinkstockphotos.com
 
Vemale.com - Saat mengetahui buah hati tidak bisa melakukan apa yang diperintahkan oleh orang tua, hal ini mungkin saja akan membuat perasaan orang tua cukup kecewa. Tapi, meski begitu orang tua tetap harus sabar dan senantiasa mengajarkan apa yang harus anak lakukan dengan benar kepada anak. Jangan sampai, saat anak tidak bisa melakukan apa yang diperintahkan oleh orang tua, orang tua justru menghukum anak apalagi melukai anak seperti yang dilakukan oleh ayah asal Pakistan berikut ini.

Dikutip dari laman asiantown.net, seorang ayah bernama Khalid Mehmood telah mengaku bahwa ia membunuh putrinya Aneeqa di Lahore, Pakistan karena sang putri tidak bisa membuat dan memanggang roti dengan sempurna. Setelah membunuh putrinya tersebut, Khalid juga mengaku bahwa ia telah membuang tubuh putrinya di dekat Rumah Sakit Mayo di Lahore.


Rumah Sakit Mayo di Lahore, Pakistan | Photo: Copyright asiantown.net
 
Sebelum diketahui bahwa pembunuh Aqeena adalah ayahnya sendiri, Khalid melaporkan bahwa putrinya telah hilang. Khalid lapor kepada pihak berwajib bahwa putrinya tidak ada di rumah dan ia sangat khawatir jika sang putri menjadi korban penculikan. Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan bukti bahwa Aqeena tidak hilang melainkan dibunuh oleh ayahnya sendiri. Temuan polisi ini pun semakin kuat setelah Khalid mengakui kesalahannya dan mengaku bahwa ia yang telah membunuh putrinya.

Khalid mengatakan kepada polisi bahwa ia membunuh putrinya karena ia jengkel sang putri tidak bisa membuat roti yang sempurna untuknya yakni roti gol. Mengenai roti gol, roti ini merupakan salah satu makanan pokok di sana. Biasanya, roti ini akan dimakan bersama kuah kari dan sajikan untuk makanan sehari-hari.


Roti khas pakistan | Photo: Copyright wikipedia.com
 
Atas apa yang dilakukan oleh Khalid, pengadilan setempat menjatuhkan hukuman mati pada Khalid. Ia juga harus membayar denda sebesar 500 ribu rupee atau setara dengan 97 juta rupiah. Mengenai kasus pembunuhan anak oleh ayahnya sendiri, dikatakan bahwa di Pakistan telah beberapa kali terjadi. Pada tahun 2014, seorang ayah juga telah membunuh putrinya karena sang ayah kecewa melihat sang putri sedang berpacaran dengan kekasihnya. Bagi sang ayah, apa yang dilakukan oleh putrinya sangat tidak terhormat dan bisa mencemarkan nama baik keluarga.

Ladies, kisah yang begitu tragis dan sadis ya. Kita semua tentu berharap bahwa insiden seperti ini tak pernah terjadi lagi dimana pun dan kapan pun itu

Demi 1.000 Like FB, Ayah Hampir Jatuhkan Anaknya dari Jendela

Kamis, 22 Juni 2017 13:40 Penulis: Rohmitriasih
 
 Ilustrasi copyright by shutterstock.com
 
Vemale.com - Bagi beberapa orang, mendapat ratusan atau ribuan like saat memposting sesuatu di sosial media akan membuatnya bangga dan bahagia. Juga, tidak jarang ini akan membuat seseorang merasa sangat terhibur.

Namun, akhir-akhir ini, nampaknya tidak sedikit orang yang nekat melakukan hal berbahaya dan mempostingnya di sosial media hanya demi mendapatkan ratusan like serta komentar. Beberapa waktu, ada remaja yang nekat membakar diri dan menceburkan tubuhnya ke sungai demi dapatkan ribuan like.


Ayah coba jatuhkan anak dari ketinggian 45 meter | Copyright by thesun.co.uk
 
Dikutip dari laman thesun.co.uk, baru-baru ini seorang ayah telah melakukan hal yang kelewat nekat. Ia nekat mengayunkan tubuh anaknya yang masih di balita di jendela apartemen lantai 15 setinggi 150 kaki atau setara dengan 45,7 meter.

Dalam siaran langsung yang ia lakukan, ia mengatakan kepada netizen bahwa ia akan menjatuhkan anaknya tersebut jika netizen memberi like hingga 1000 like. Namun beruntung, sebelum pria yang tak disebutkan namanya tersebut benar-benar menjatuhkan tubuh anaknya, pihak berwenang melakukan penangkapan terhadapnya.

Pria ini dilaporkan ke pihak berwajib Aljazair oleh netizen dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Pria yang dikatakan berasal dari Bab Ezzouar ini dijatuhi hukuman atas tuduhan pelecehan anak dan membahayakan keselamatan anak.


Demi 1000 like, ayah tega mengayunkan anak di jendela lantai 15 | Copyright by thesun.co.uk
 
Seorang aktivis media bernama Dalila Belkher mengatakan bahwa bisa jadi pria tersebut bukanlah seorang ayah namun seorang yang benar-benar jahat dan tak tahu diri. Sedangkan seorang psikolog bernama Dr Noura Rahmani kepada The New Arab mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan pria tersebut sangat tidak bisa ditolerir. Itu sangat berbahaya dan mengancam nyawa anak.

Mengenai insiden ini, apa nih tanggapan kamu Ladies? Kita semua tentu berharap bahwa insiden seperti ini tak pernah terjadi lagi di mana pun dan kapan pun itu ke depannya.

Tangan Jadi Bantal Buat Ibu yang Tertidur, Foto Anak Ini Viral

Jum'at, 16 Juni 2017 12:30 Penulis: Febi Anindyakirana

 copyright by Weibo
 
Vemale.com - Siapa yang tidak bangga jika punya anak yang perhatian dan peduli dengan orangtuanya? Bahkan sejak kecil dan tidak mengeluh dengan apa yang dilakukan. Hal ini juga yang dialami seorang ibu dengan anak laki-lakinya yang tertangkap kamera di kereta.

Baru-baru ini foto seorang anak di Tiongkok menjadi perhatian dan viral kalangan netizen karena menggunakan tangannya sebagai alas sandaran ibu yang sedang tertidur di kereta. Selagi ia menempelkan tangan kanannya supaya kepala ibu tidak berbenturan dengan dinding kereta, ia rela berdiri di sisi ibunya sepanjang perjalanan kereta tersebut.

Tak hanya itu, ia juga membawakan tas ibunya di bahu kanan dan tas jinjing lain di bahu sebelah kiri. Seorang penumpang kereta di depan mereka pun mengambil foto kejadian ini. Ia juga menceritakan bahwa sebenarnya anak tersebut duduk di samping ibunya saat pertama kali masuk kereta.

Tapi kemudian ia berdiri dan memberikan tempat duduknya untuk ibu yang membawa stroller bayi. Banyak netizen berkomentar memuji apa yang dilakukan anak ini dan bahkan seorang netizen mengatakan hal lucu.
 
"Tolong beritahu saya siapa dan di mana orangtua anak tersebut. Saya ingin datang menemuinya dan memintanya jadi calon suami anak perempuan saya nanti."

Selagi akhir-akhir ini ramai berita seorang wanita yang marah-marah karena harus memberikan tempat duduknya demi ibu hamil, apa yang dilakukan bocah laki-laki ini membuat banyak orang terenyuh.

Tuh ladies, anak kecil saja punya hati dan peduli dengan orangtua dan orang lain yang membutuhkan tanpa perlu merasa dirugikan. Kamu sendiri bagaimana?

5 Tips Agar Rambut Bayi Sehat dan Lebat

Selasa, 18 April 2017 14:52 Penulis: Zika Zakiya

 
Ilustrasu rambut anak/Pixabay
 
Vemale.com - Rambut bayi yang sehat dan lebat pasti menjadi idaman semua ibu. Sebab rambut dengan kondisi demikian akan nampak indah di kepala bayi dan menandakan asupan gizinya yang seimbang.
Namun memang tidak semua bayi memiliki rambut macam ini. Sebab rambut yang lebat juga dipengaruhi oleh faktor keturunan kedua orangtuanya. Dilansir dari livestrong.com, rambut bayi juga hanya tumbuh rata-rata seperempat hingga setengah inci setiap bulannya. Dengan perhitungan demikian, maka ia hanya memiliki tambahan panjang rambut sekitar lima hingga enam inci per tahun.
Meski demikian, kamu sebagai orangtua bisa melakukan beberapa cara agar rambut bayi tetap sehat, tebal, dan menghindari kerontokan. Enam cara di antaranya yaitu:

1. Perhatikan MPASI si kecil
Setelah si kecil sudah mulai masa MPASI, kamu bisa menambahkan makanan yang membuat rambut bayi lebih sehat. Cobalah beri dia makanan seperti ikan, susu, telur, buah, dan sayuran. Faktor makanan inilah yang berpengaruh pada kesehatan dan kesuburan rambut bayi kamu.

2. Potong rambut si kecil
Banyak yang bilang dengan sering memotong rambut bayi, maka rambutnya akan lebih tebal dan lebat. Namun ternyata anggapan tersebut tidak 100 persen benar lho, Mom! Faktor ketebalan rambut lebih ditentukan oleh faktor keturunan. Tapi, kegiatan memotong rambut bayi juga bermanfaat karena kepalanya akan lebih bersih dari kotoran maupun kerak yang menempel di kulit kepala.

3. Jangan sampai kusut
Apa hubungan kusut dengan kelebatan rambut? Bayi yang baru lahir biasanya banyak tidur dengan bersandar pada bagian punggung. Sehingga rambut bayi menjadi kusut pada bagian belakang kepala dan menjadi lebih berminyak pada bagian ini.

Jika dibiarkan terus-menerus, maka rambut bagian belakang bayi bisa rontok dan bagian lain tidak bisa tumbuh dengan baik. Jadi jangan lupa untuk mencuci dan menyikat rambut sikecil menggunakan sampo dan sikat khususnya.
Ilustrasi bayi/Pixabay
 
4. Gel lidah buaya
Saat si kecil sudah berumur lebih dari dua bulan, kamu bisa memberikan gel lidah buaya. Gel lidah buaya sangat aman dan bisa menumbuhkan rambut bayi karena mengandung zat aktif. Senyawa dalam gel lidah buaya bisa membantu merangsang kekuatan folikel rambut dan membuat rambut lebih cepat panjang.
Kamu bisa melakukan perawatan ini sebelum memandikan si kecil. Lakukan dengan hati-hati ya Mom, jangan sampai gel mengenai kulit wajah atau tubuh si kecil yang masih sangat sensitif.

5. Madu dan zaitun
Untuk membantu melebatkan rambut bayi, kamu bisa menggunakan pelembap alami, dua di antaranya adalah madu murni dan minyak zaitun. Madu mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk menumbuhkan rambut. Sementara minyak zaitun mengandung vitamin E yang sangat penting untuk merawat kulit bayi, termasuk kulit kepala.

Caranya mudah. Coba kamu campurkan beberapa sendok madu dan minyak zaitun hingga larut. Lalu berikan secara langsung pada rambut bayi hingga mengenai kulit kepala bayi. Lakukan sambil memijat lembut. Diamkan kurang lebih sepuluh menit, lalu bilas dengan air hangat tanpa menggunakan sampo.

Cara Efektif Menenangkan Bayi yang Menangis, Moms Harus Tahu!

Jum'at, 16 Juni 2017 11:50 Penulis: Endah Wijayanti
 Copyright: unsplash.com
 
Vemale.com - Sebagai orang tua, rasanya tidak tega hati ini melihat si kecil menangis. Apalagi kalau tangisannya tak kunjung reda, kita bisa ikutan panik nggak karuan. Tapi ada sejumlah cara sederhana dan efektif yang bisa dicoba untuk meredakan tangisan si kecil.

Berbagai teknik dan metode bisa dicoba untuk membuat bayi kembali tenang dan reda tangisannya. Moms bisa pilih cara yang sekiranya paling mudah dilakukan dan cocok untuk sang buah hati.

Dibedong atau Diselimuti
Dilansir dari mom365.com, bayi selalu menyukai perasaan aman dan nyaman seperti saat masih berada di dalam kandungan. Dengan membedongnya atau menyelimutinya, bayi akan merasa terlindungi. Tapi jangan terlalu kencang membedongnya, cukup sampai pada batasan dia merasa nyaman. Lalu gendong sambil ayun-ayunkan lembut.

Ayun-Ayunkan Tubuhnya
Saat menangis, bayi butuh rasa nyaman untuk kembali tenang. Coba ayun-ayunkan tubuhnya perlahan di ruang terbuka atau tempat dengan angin yang semilir sejuk. Bisa juga dengan sambil menyanyikannya sebuah lagu lembut. Saat sudah merasa lebih nyaman, si kecil akan lebih tenang.

Ajak Jalan-Jalan ke Luar
Udara segar juga bisa membuat bayi berhenti menangis. Sebagian besar bayi akan langsung berhenti menangis begitu mendapat udara segar. Ada baiknya memang untuk rutin mengajak bayi jalan-jalan ke luar rumah secara rutin. Agar bisa mendapat udara segar sekaligus membuatnya lebih sehat.

Bawa ke Ruangan yang Gelap
Suara bising, paparan cahaya yang berlebihan, dan bau-bauan bisa membuat bayi menangis dan rewel. Kalau seperti ini kasusnya, coba bawa ia ke ruangan yang gelap. Dengan begitu, si kecil bisa merasa lebih terlindungi, terbebas dari semua hal  yang mengganggunya.

Dengarkan White Noise
Apa itu white noise? White noise merupakan kombinasi berbagai suara dari berbagai frekuensi. Saat masih berada di dalam rahim, bayi dikelilingi oleh cairan ketuban. Dan suara-suara yang ada di luar rahim itu terdengar  mirip dengan white noise. Cara paling mudah untuk membuat white noise adalah dengan mengeluarkan suara "shushing" di telinga bayi. Suara mesin seperti mesin vacuum cleaner atau hair dryer pun juga bisa digunakan untuk menciptakan white noise.

Ada banyak cara yang bisa dicoba untuk meredakan tangisan bayi. Atau mungkin moms punya tips dan trik sendiri untuk membuat si kecil tenang? Yuk, bagi tips-tipsnya di sini ya.

Bagaimana Agar Bayi Cepat Tidur? Yuk, Ikuti Tips Psikolog Ini

Kamis, 22 Juni 2017 13:10

Oleh: Anisha Saktian Putri



Copyright thinkstockphotos.com
 
Vemale.com - Menidurkan bayi bisa jadi perjuangan yang cukup berat. Terlebih bagi para orang tua newbie, membuat si kecil agar cepat tidur bisa butuh waktu yang lama. Apalagi bayi memiliki jam tidur yang tidak menentu dan hal ini kerap membuat para orangtua begadang untuk menemaninnya.

Bila anak tidak tidur tepat waktu, jam tidurnya bisa berkurang. Padahal idealnya bayi tidur selama 18 jam per hari. Untuk itu, sebagai orangtua kita harus memilih cara yang tepat agar si kecil tidur teratur dan tepat waktu. Seperti yang dijelaskan Psikolog Roslina Verauli, M.Psi, hal pertama yang dilakukan ialah membuat kamar anak senyaman mungkin.

Dengan mengatur suhu ruangan, lampu saat tidur, serta mengenalkan pada anak bahwa sudah malam bisa membantu anak tidur tepat pada waktunya saat malam hari. Dengan cara ini, anak pun bisa lebih mudah beradaptasi dan membedakan mana siang dan malam.

Lalu apakah si kecil harus tidur dengan orang tua? Roslina memaparkan hasil penelitian yang menganjurkan saat masih berusia tiga bulan sebaiknya anak tidur dengan neneknya atau pengasuh.

"Di usia 2-3 bulan bayi bisa dekat dengan siapa saja. Boleh minta bantuan ke siapa pun, namun saat menginjak usia 4-6 bulan usahakan dengan orangtua karena si kecil sudah mulai bisa mengingat orang tua. Usia 7 bulan ke atas akan selalu ingin dekat dengan orangtua," ujarnya saat ditemui di Jakarta.

Selain itu ada tips efektif lain yang bisa membantu anak cepat tidur. Apa itu? Yaitu dengan mengusap bagian tengah kepalanya hingga punggung dengan gerakan satu arah untuk membuatnya merasa nyaman.

Dengan mencoba tips-tips tersebut, kita bisa membantu si kecil untuk tidur tepat waktu. Semoga infonya bermanfaat, moms!

Sabtu, 24 Juni 2017

Lahirkan Bayi Perempuan, Plasenta Anak Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto Ini Buat Geger!

Lahirkan Bayi Perempuan, Plasenta Anak Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto Ini Buat Geger!

Tribun Style
: 23/06/2017 15:05
TRIBUNSTYLE.COM - 24 Agustus 2013 lalu merupakan hari yang begitu membahagiakan bagi Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto.
Sebab pada tanggal tersebut, keduanya resmi melangsungkan pernikahannya di Pulau Kelor.
Setelah empat tahun menikah, akhirnya hal yang ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri ini tiba juga.
Kini jelang lebaran 2017, pasangan harmonis ini mendapatkan anugerah yang tidak terkira besarnya.
Keduanya dikaruniai seorang bayi perempuan yang begitu lucu dan sehat.
Dilansir dari akun Instagram Makrumpita, tampak Atiqah tengah duduk di ranjang pasien rumah sakit.
Sementara Rio Dewanto berdiri di sampingnya dengan menggendong si buah hati.
Terlihat pula beberapa perawat dan dokter yang membantu proses lahiran Atiqah Hasiholan.
"Yeaayy Selamat atas kelahiran Baby girl nya Babang Rio dan Mbak Atiqah…..
Unchh….Gemesss," tulis akun gosip Makrumpita dalam postingannya.
Anak Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto (Instagram/makrumpita)
Melihat Rio Dewanto yang menggendong bayi, rupanya membuat netizen salah fokus ke tali pusar sang buah hati.
Yang mana dibiarkan tersambung dengan ari-ari dan tidak dipotong.
Di Indonesia sendiri belum banyak yang memilih membiarkan tali pusar tersambung bersama bayi selama seminggu.
Meski begitu, Andien Aisyah yang melahirkan dengan proses waterbirth juga melakukan hal yang sama untuk si buah hati, Kawa.
@ninaanisah206, "Kq ari2nya gak d potong biar apa ya….pgn tau…"
@ninaanisah206, "Iya kak biar apa ya…pengaruhnya dbayi..ktnya gak d potong selama seminggu setelah melahirkan…soalnya aq juga lagi hamil jd y pgn tau manfaatnya…info kak..thx."
@jddrey, "karena di anggap plasenta itu msh pny sari2 makanan yg tersisa d dlmnya,dan katanya itu msh sari2 makanan yg terbaik."(TribunStyle.com/Melia Istighfaroh)

Sabtu, 17 Juni 2017

Orangtua Kecanduan Gadget? Anak Cenderung Punya Perilaku Buruk

Orangtua Kecanduan Gadget? Anak Cenderung Punya Perilaku Buruk

Senin, 05 Juni 2017 13:00 Penulis: Febi Anindyakirana
copyright by Pexels.com
 
Vemale.com - Semua orang sudah tahu bahwa perkembangan teknologi masa kini memang sudah sangat pesat, hampir setiap orang punya smartphone dan kemungkinan besar aktif di media sosial lebih dari satu. Tapi perlu diperhatikan bagi para orangtua, bahwa menghabiskan waktu main gadget berdampak buruk bagi anak.

Penelitian terbaru yang dilakukan peneliti University of Michigan di C.S Mott Children's Hospital dan diterbitkan di jurnal Child Development menemukan bahwa perilaku anak yang buruk berhubungan dengan waktu yang dihabiskan orangtua untuk main gadget.

Penelitian menguji "technoference", istilah yang diberikan para peneliti untuk menjelaskan dampak teknologi terhadap interaksi orangtua dan anak. Sebanyak 170 orangtua Amerika diteliti dan ditanya mengenai seberapa lama mereka menggunakan smartphone dan gadget lainnya dan seberapa sering hal ini berdampak pada aktivitas dan komunikasi dengan anak.

Para ayah dan ibu ini kemudian diminta menilai dan mengukur seberapa sering anak merengek dan merajuk, dan bentuk perilaku negatif lain seperti gelisah, hiperaktif dan marah. Peneliti menemukan bahwa penggunaan gadget berlebih yang dilakukan orangtua berdampak pada perilaku anak yang kurang baik.

Salah satu alasannya adalah anak kurang mendapat perhatian dari orangtua, sikap abai yang ditunjukkan orangtua terhadap anak membuat anak merasa tersisihkan. Interaksi dengan anak pun jadi berkurang dan ada pun interaksi, umumnya tidak terjalin dengan baik.

Peneliti mengemukakan bahwa penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan namun secara garis besar kita mengetahui bahwa orangtua yang kecanduan gadget bisa merusak perilaku anak tanpa orangtua sadari.

Jadi, jangan biasakan diri main gadget ya Moms. Anak lebih butuh perhatian ketimbang semua akun media sosialmu.
Ini Sebenarnya Waktu Tidur Optimal yang Dibutuhkan Anak-Anak

Ini Sebenarnya Waktu Tidur Optimal yang Dibutuhkan Anak-Anak

Rabu, 14 Juni 2017 14:20 Penulis: Febi Anindyakirana
copyright by Pexels.com
 
Vemale.com - Seperti yang kamu tahu, bayi yang baru lahir hingga balita memiliki waktu tidur lebih panjang dibanding orang dewasa. Tapi tepatnya berapa lama?

American Academy of Sleep Medicine (AASM) membagi waktu tidur anak menjadi dua kelompok, yaitu anak-anak (bayi hingga usia 12 tahun) dan remaja (usia 13-18 tahun). Peneliti meninjau artikel ilmiah tentang tidur dan mencari tahu hubungan antara lama waktu tidur dan kesehatan anak-anak.

Anak-anak yang tidur dalam waktu yang disarankan memiliki perilaku yang lebih baik, dan mengalami lebih sedikit masalah belajar. Bukan hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa cukup tidur bisa mengurangi risiko usaha menyakiti diri sendiri seperti bunuh dini dan mengalami penyakit mental lainnya.
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine mengungkapkan bahwa waktu optimal yang disarankan bagi anak-anak untuk tidur adalah sebagai berikut
  • Bayi berusia 4-12 bulan: 12-16 jam per 24 jam (termasuk tidur siang)
  • Balita berusia 1-2 tahun: 11-14 jam per 24 jam (termasuk tidur siang)
  • Anak-anak berusia 3-5 tahun: 10-13 jam per 24 jam (termasuk tidur siang)
  • Anak-anak berusia 6-12 tahun: 9-12 jam per 24 jam 
  • Remaja berusia 13-18 tahun: 8-10 jam per 24 jam
Jadi, itu pedoman yang bisa kamu terapkan untuk melihat waktu tidur yang cukup dan ideal untuk anak-anak, Moms.

Sabtu, 10 Juni 2017

Ternyata Begini Cara Tradisional Agar Punya Bayi Berlesung Pipit yang Bikin Gemesin ..Share Ya yang Sudah Coba !!


Memiliki anak yang manis dan menarik ialah impian dari semua orang tua muda. Lesung pipit merupakan salah satu kategori untuk si kecil lebih terlihat lucu dan menggemaskan.

Bagi orang tua yang memiliki anak yang tidak punya lesung pipit sejak lahir, jangan khawatir karena masih ada tips agar bayi punya lesung pipit. Cara ini merupakan cara tradisional yang tidak memerlukan biaya operasi yang mahal untuk mempunyai wajah yang cantik atau tampan. Bahan yang digunakan cukup dengan menggunakan Cabe merah atau Bawang merah. Sangat sederhana bukan bahannya?
Cara menggunakannya cukup dengan satu siung bawang merah dipotong di bagian yang agak runcingnya sedikit untuk mengeluarkan serat atau getahnya. Kemudian tusukkan secara perlahan sambil diputar di bagian pipi kiri dan kanan si buah hati dengan  ujung bawang yang telah dipotong tadi, Selanjutnya...


Bagi orang tua yang memiliki anak yang tidak punya lesung pipit sejak lahir, jangan khawatir karena masih ada tips agar bayi punya lesung pipit. Cara ini merupakan cara tradisional yang tidak memerlukan biaya operasi yang mahal untuk mempunyai wajah yang cantik atau tampan. Bahan yang digunakan cukup dengan menggunakan Cabe merah atau Bawang merah. Sangat sederhana bukan bahannya?

Bagi orang tua yang memiliki anak yang tidak punya lesung pipit sejak lahir, jangan khawatir karena masih ada tips agar bayi punya lesung pipit. Cara ini merupakan cara tradisional yang tidak memerlukan biaya operasi yang mahal untuk mempunyai wajah yang cantik atau tampan. Bahan yang digunakan cukup dengan menggunakan Cabe merah atau Bawang merah. Sangat sederhana bukan bahannya?

Kamis, 08 Juni 2017

Bahaya Penggunaan Pelampung Leher pada Bayi Saat Berenang

Pelampung leher banyak digunakan para orang tua untuk membantu bayi berenang. Tapi, ada bahaya di balik penggunaannya.


Klikdokter.com, Jakarta Baby spa. Inilah tren baru di kalangan orang tua muda, di mana mereka membawa buah hatinya untuk berenang. Untuk membantu bayi bisa mengapung di air, maka digunakanlah ban/ pelampung leher (neck ring).

Bayi-bayi tersebut memang terlihat lucu dan menggemaskan dengan pelampung yang melingkari leher mereka saat berenang. Sayangnya, penggunaan pelampung leher mengandung risiko yang sangat berbahaya.

Pelampung leher dapat menyebabkan otot-otot bayi, khususnya otot di leher dan tulang belakang, menjadi kaku dan tegang. Hal ini bisa menimbulkan cedera. Bila digunakan secara rutin dan dalam waktu lama, pertumbuhan tulang belakang bayi pun akan terganggu.

Selain gangguan fisik, gangguan psikis pun dapat terjadi. Penggunaan pelampung leher dapat membatasi gerak tubuh bayi dan membuatnya tidak nyaman atau ketakutan. Padahal, kegiatan di dalam air seharusnya menjadi hal yang menyenangkan bagi bayi.

The American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan, sebaiknya aktivitas bayi di dalam air selalu didampingi oleh orang tua. Agar anak merasa aman, orang tua dianjurkan turut berada di dalam air bersama sang buah hati. Hal ini akan menjauhkan anak dari risiko tenggelam saat berenang.

Anda boleh-boleh saja mengajak buah hati berenang. Bahkan Anda bisa menggunakan pelampung leher pada bayi saat berenang, tapi dengan catatan tidak secara rutin. Selain itu, tetap awasi buah hati Anda selama aktivitas di dalam air.
(DA/ RH)