Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Juni 2017

Pria Ini Punya 39 Istri, Semuanya Tinggal Serumah & Hidup Rukun

Pria Ini Punya 39 Istri, Semuanya Tinggal Serumah & Hidup Rukun

Kamis, 15 Juni 2017 15:53 Penulis: Rohmitriasih

Copyright by boredomtherapy.com
 
Vemale.com - Menyoal suami melakukan poligami, ini masih menjadi suatu hal yang sangat tidak bisa diterima oleh sebagian besar wanita. Selain dianggap sangat menyakitkan, tidak jarang poligami juga menyebabkan perselisihan dan kekhawatiran akan ketidakadilan suami terhadap istri-istrinya.

Namun Ladies, seorang pria di India bernama Ziona Chana bisa saja dikatakan sebagai pria dengan jumlah istri dengan jumlah sangat banyak di dunia. Dikutip dari laman boredomtherapy.com, pria asal India ini memiliki sedikitnya 39 istri.

Chana dan keluarga besarnya | Copyright by boredomtherapy.com
 
Semua istri Chana tinggal di satu rumah yang sama. Mereka bahkan tinggal bersama anak dan cucu dalam satu rumah. Dari 39 istri yang dinikahi, Chana dikaruniai 94 anak dan 33 cucu. Sejak tahun 1945, keluarga ini tinggal di sebuah desa pinggiran India, Baktwang, sebuah wilayah perbatasan India, Bangladesh, dan Myanmar.

Istri-istri Chana | Copyright by boredomtherapy.com
 
Dari beberapa kabar yang ada, kegemaran Chana mencari istri bermula dari keyakinan sang ayah yakni sekte Chana Pawl atau sebuah sekte sebuah agama yang dianutnya di mana sekte tersebut memang terkenal dengan praktik poligami.

Walau memiliki banyak istri dan mengajak mereka untuk tinggal dalam satu rumah, keluarga ini mengaku hidup bahagia serta rukun satu sama lain. Rukmini, salah satu istri Chana mengatakan, "Dia adalah pria pria paling tampan di kampung ini. Kami bahagia karena telah menikah dan dijaga olehnya."

Rumah Chana dan keluarga besarnya | Copyright by boredomtherapy.com
 
Chana sendiri mengatakan bahwa ia merasa bangga dan bahagia karena memiliki banyak istri, bisa menjaga banyak wanita dan anak-anaknya. Pria tersebut bahkan merasa dirinya adalah seseorang yang istimewa. Chana mengatakan, "Aku merasa seperti anak istimewa Tuhan. Dia memberiku begitu banyak orang untuk dijaga."

"Aku menganggap diriku begitu beruntung karena memiliki 39 istri dan menjadi kepala keluarga dengan jumlah anggota keluarga terbanyak di dunia," imbuh Chana.

Anak cucu Chana | Copyright by boredomtherapy.com
 
Agar istri-istrinya senantiasa rukun satu sama lain, Chana akan memberikan satu kamar untuk satu istri. Chana akan menemani mereka masing-masing 1 minggu untuk setiap satu istri. Istri paling tua ada di kamar paling ujung dan istri paling muda yang paling dekat dengan Chana. Untuk memasak dan mengurus keperluan rumah tangga, istri-istrinya akan bergotong royong satu sama lain.

Mengenai kisah ini, apa nih tanggapan kamu Ladies? Keluarga yang sangat unik ya.
Orangtua Kecanduan Gadget? Anak Cenderung Punya Perilaku Buruk

Orangtua Kecanduan Gadget? Anak Cenderung Punya Perilaku Buruk

Senin, 05 Juni 2017 13:00 Penulis: Febi Anindyakirana
copyright by Pexels.com
 
Vemale.com - Semua orang sudah tahu bahwa perkembangan teknologi masa kini memang sudah sangat pesat, hampir setiap orang punya smartphone dan kemungkinan besar aktif di media sosial lebih dari satu. Tapi perlu diperhatikan bagi para orangtua, bahwa menghabiskan waktu main gadget berdampak buruk bagi anak.

Penelitian terbaru yang dilakukan peneliti University of Michigan di C.S Mott Children's Hospital dan diterbitkan di jurnal Child Development menemukan bahwa perilaku anak yang buruk berhubungan dengan waktu yang dihabiskan orangtua untuk main gadget.

Penelitian menguji "technoference", istilah yang diberikan para peneliti untuk menjelaskan dampak teknologi terhadap interaksi orangtua dan anak. Sebanyak 170 orangtua Amerika diteliti dan ditanya mengenai seberapa lama mereka menggunakan smartphone dan gadget lainnya dan seberapa sering hal ini berdampak pada aktivitas dan komunikasi dengan anak.

Para ayah dan ibu ini kemudian diminta menilai dan mengukur seberapa sering anak merengek dan merajuk, dan bentuk perilaku negatif lain seperti gelisah, hiperaktif dan marah. Peneliti menemukan bahwa penggunaan gadget berlebih yang dilakukan orangtua berdampak pada perilaku anak yang kurang baik.

Salah satu alasannya adalah anak kurang mendapat perhatian dari orangtua, sikap abai yang ditunjukkan orangtua terhadap anak membuat anak merasa tersisihkan. Interaksi dengan anak pun jadi berkurang dan ada pun interaksi, umumnya tidak terjalin dengan baik.

Peneliti mengemukakan bahwa penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan namun secara garis besar kita mengetahui bahwa orangtua yang kecanduan gadget bisa merusak perilaku anak tanpa orangtua sadari.

Jadi, jangan biasakan diri main gadget ya Moms. Anak lebih butuh perhatian ketimbang semua akun media sosialmu.

Kamis, 08 Juni 2017

Bahaya Penggunaan Pelampung Leher pada Bayi Saat Berenang

Pelampung leher banyak digunakan para orang tua untuk membantu bayi berenang. Tapi, ada bahaya di balik penggunaannya.


Klikdokter.com, Jakarta Baby spa. Inilah tren baru di kalangan orang tua muda, di mana mereka membawa buah hatinya untuk berenang. Untuk membantu bayi bisa mengapung di air, maka digunakanlah ban/ pelampung leher (neck ring).

Bayi-bayi tersebut memang terlihat lucu dan menggemaskan dengan pelampung yang melingkari leher mereka saat berenang. Sayangnya, penggunaan pelampung leher mengandung risiko yang sangat berbahaya.

Pelampung leher dapat menyebabkan otot-otot bayi, khususnya otot di leher dan tulang belakang, menjadi kaku dan tegang. Hal ini bisa menimbulkan cedera. Bila digunakan secara rutin dan dalam waktu lama, pertumbuhan tulang belakang bayi pun akan terganggu.

Selain gangguan fisik, gangguan psikis pun dapat terjadi. Penggunaan pelampung leher dapat membatasi gerak tubuh bayi dan membuatnya tidak nyaman atau ketakutan. Padahal, kegiatan di dalam air seharusnya menjadi hal yang menyenangkan bagi bayi.

The American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan, sebaiknya aktivitas bayi di dalam air selalu didampingi oleh orang tua. Agar anak merasa aman, orang tua dianjurkan turut berada di dalam air bersama sang buah hati. Hal ini akan menjauhkan anak dari risiko tenggelam saat berenang.

Anda boleh-boleh saja mengajak buah hati berenang. Bahkan Anda bisa menggunakan pelampung leher pada bayi saat berenang, tapi dengan catatan tidak secara rutin. Selain itu, tetap awasi buah hati Anda selama aktivitas di dalam air.
(DA/ RH)