Tampilkan postingan dengan label kebiasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebiasaan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Juni 2017

3 Cara Hentikan Keinginan Makan Junk Food, Bahkan Jika Kamu Stres

3 Cara Hentikan Keinginan Makan Junk Food, Bahkan Jika Kamu Stres

Rabu, 22 Februari 2017 11:30 Penulis: Febi Anindyakirana
copyright by Pexels.com
 
Vemale.com - Saat kamu lapar banget, paling enak memang makan makanan yang gurih dan asin. Tak hanya bikin kenyang, tapi juga memuaskan lidah. Begitu pula jika kamu sedang stres, pasti bawaannya pengen makan dan ngemil junk food, entah itu keripik, sosis, atau yang lainnya.

Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity menemukan bahwa mereka yang tidur hanya empat jam per malam punya kecenderungan makan makanan sampah (gurih dan manis) seperti gorengan, pizza, donat, keripik dan lainnya. Ini karena tingkat stres tubuh meningkat sehingga keinginan makan junk food pun meningkat.

Brooke Sheller, ahli nutrisi medis asal Integrative Wellness Group, menyarankan 3 cara ini agar kamu bisa berhenti menginginkan makan junk food.

Kenyangkan perut dengan Protein
Dibanding sarapan nasi goreng, lebih baik jika kamu makan telur rebus dan jus sayuran. Awali hari dengan asupan protein. Protein adalah penyelamat saat kelaparan maupun kelelahan. Siapkan malam harinya jika kamu sering buru-buru di pagi hari.

Makan lemak dan karbohidrat sehat
Siang hari saat makan siang, kamu bisa membawa bekal buah (jika kamu malas masak). Kamu juga pilih yang kaya lemak sehat seperti alpukat. Lemak sehat lainnya bisa dari ikan, daging dan kacang-kacangan. Makan karbohidrat sehat dan kaya serat dari sayuran.

Singkirkan kebiasaan buruk
Jangan terbiasa begadang, tidur cukup itu harus. Kurang tidur menyebabkan tingkat stres tinggi dan membuatmu semakin ingin ngemil. Pastikan tidur 7-8 jam per malam. Perbanyak juga minum air putih agar tubuh tetap segar.

Memang sulit menolak makanan gurih, tapi bukan berarti kamu tak bisa menghindari dan menghentikan keinginan makan makanan ini. Coba tiga cara yang disarankan ahli nutrisi di atas ya.
Orangtua Kecanduan Gadget? Anak Cenderung Punya Perilaku Buruk

Orangtua Kecanduan Gadget? Anak Cenderung Punya Perilaku Buruk

Senin, 05 Juni 2017 13:00 Penulis: Febi Anindyakirana
copyright by Pexels.com
 
Vemale.com - Semua orang sudah tahu bahwa perkembangan teknologi masa kini memang sudah sangat pesat, hampir setiap orang punya smartphone dan kemungkinan besar aktif di media sosial lebih dari satu. Tapi perlu diperhatikan bagi para orangtua, bahwa menghabiskan waktu main gadget berdampak buruk bagi anak.

Penelitian terbaru yang dilakukan peneliti University of Michigan di C.S Mott Children's Hospital dan diterbitkan di jurnal Child Development menemukan bahwa perilaku anak yang buruk berhubungan dengan waktu yang dihabiskan orangtua untuk main gadget.

Penelitian menguji "technoference", istilah yang diberikan para peneliti untuk menjelaskan dampak teknologi terhadap interaksi orangtua dan anak. Sebanyak 170 orangtua Amerika diteliti dan ditanya mengenai seberapa lama mereka menggunakan smartphone dan gadget lainnya dan seberapa sering hal ini berdampak pada aktivitas dan komunikasi dengan anak.

Para ayah dan ibu ini kemudian diminta menilai dan mengukur seberapa sering anak merengek dan merajuk, dan bentuk perilaku negatif lain seperti gelisah, hiperaktif dan marah. Peneliti menemukan bahwa penggunaan gadget berlebih yang dilakukan orangtua berdampak pada perilaku anak yang kurang baik.

Salah satu alasannya adalah anak kurang mendapat perhatian dari orangtua, sikap abai yang ditunjukkan orangtua terhadap anak membuat anak merasa tersisihkan. Interaksi dengan anak pun jadi berkurang dan ada pun interaksi, umumnya tidak terjalin dengan baik.

Peneliti mengemukakan bahwa penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan namun secara garis besar kita mengetahui bahwa orangtua yang kecanduan gadget bisa merusak perilaku anak tanpa orangtua sadari.

Jadi, jangan biasakan diri main gadget ya Moms. Anak lebih butuh perhatian ketimbang semua akun media sosialmu.

Kamis, 08 Juni 2017

5 Alasan Anda Harus Minum Teh

Anda yang suka minum teh boleh merasa gembira. Sebab selain memberikan kenikmatan, teh juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
 
Klikdokter.com, Jakarta Masyarakat Indonesia memang tidak bisa terlepas dari kebiasaan minum teh. Dari anak-anak hingga orang tua gemar mengonsumsi teh. Namun di balik kenikmatan yang ditawarkannya, ada alasan lain mengapa Anda sebaiknya meneruskan kebiasaan minum teh.
  1. Menurunkan risiko kanker

    Beberapa penelitian menemukan bahwa senyawa antioksidan yang terkandung di dalam teh, yaitu polifenol dan katekin, dapat mencegah beberapa risiko kanker. Suatu studi menyebutkan bahwa minum teh hitam secara rutin dapat menurunkan risiko kanker ovarium pada wanita.

  2. Baik untuk jantung yang sehat

    Studi dari Harvard University mengungkapkan bahwa minum teh atau kopi secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini terjadi karena pengaruh polifenol, terutama katekin dan epikatekin yang terdapat di dalam teh.

  3. Risiko terkena diabetes menurun

    Anda gemar minum teh secara rutin? Berdasarkan penelitian dari Harvard School of Public Health, peminum teh memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes dibandingkan dengan yang jarang minum teh. Polifenol yang terkandung di dalam teh dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

  4. Menurunkan risiko Alzheimer

    Penyakit Alzheimer merupakan penyakit penyebab utama demensia atau penurunan daya ingat. Pada studi yang dipublikasikan di The Journal of Nutritional Biochemistry disebutkan bahwa kandungan katekin di dalam teh hijau memiliki efek protektif terhadap sel saraf, dan menurunkan risiko Alzheimer.

  5. Membantu turunkan berat badan

    Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Cochrane Database of Systematic Reviews, terhadap 1945 partisipan di Jepang, ditemukan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan bagi pada orang obesitas.
Nah, jika ingin minum teh dan mendapatkan manfaatnya, Anda lebih baik mengonsumsinya tanpa tambahan apa pun –termasuk susu. Menambahkan susu dalam teh bisa menurunkan kandungan antioksidan yang terdapat di dalamnya.